Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa website bisnis Anda sepi pengunjung padahal sudah berbulan-bulan dibuat? Langkah pertama untuk menyelesaikan masalah ini adalah melakukan audit teknis atau memahami cara check the seo of a website secara menyeluruh.
Memeriksa kesehatan SEO website ibarat melakukan medical check-up rutin. Tanpa pemeriksaan yang tepat, Anda tidak akan pernah tahu bagian mana yang rusak—apakah kodingannya yang lemot, kontennya yang tidak relevan, atau kurangnya reputasi di mata Google.
Mengapa Anda Perlu Cek SEO Website Secara Berkala?
Melakukan pemeriksaan SEO secara mandiri memberi Anda gambaran objektif mengenai performa aset digital Anda di internet. Beberapa manfaat utamanya meliputi:
- Menemukan Error Teknis: Mengidentifikasi halaman yang rusak (404 error), masalah crawling, atau link yang mati.
- Memastikan Kecepatan Mobil: Memastikan calon pelanggan tidak kabur karena loading website yang terlalu lambat.
- Mengevaluasi Kualitas Konten: Memastikan penerapan SEO On-Page vs Off-Page sudah seimbang dan bebas dari duplicate content.
- Meningkatkan Posisi di Google: Mengetahui celah yang bisa dimanfaatkan untuk merebut posisi top di halaman pertama.
5 Langkah Praktis Cara "Check the SEO of a Website"
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk memeriksa performa SEO website Anda secara gratis dan mudah:
1. Cek Indeksibilitas di Google (Site Search)
Ketik 'site:domainanda.com' di kolom pencarian Google.
- Hasil Ideal: Google menampilkan daftar seluruh halaman utama website Anda.
- Masalah: Jika halaman tidak muncul sama sekali, artinya ada masalah serius pada file robots.txt atau pengaturan noindex di website Anda.
2. Evaluasi Kecepatan dengan Google PageSpeed Insights
Buka platform resmi Google PageSpeed Insights, lalu masukkan URL website Anda. Perhatikan indikator Core Web Vitals:
- Skors 90–100 (Hijau): Performa sangat baik.
- Skors 50–89 (Oranye): Butuh perbaikan pada kompresi gambar atau struktur kodingan.
- Skors < 50 (Merah): Website terlalu lambat dan berpotensi diturunkan peringkatnya oleh Google.
3. Pantau Performa Organik di Google Search Console (GSC)
GSC adalah alat wajib bagi pemilik bisnis. Di dalam dashboard GSC, cek tiga hal ini:
- Total Klik & Impression: Apakah grafik menunjukkan tren kenaikan?
- Penyusunan Indeks (Indexing): Apakah ada halaman penting yang gagal diindeks oleh Google?
- Posisi Kata Kunci: Di posisi berapa rata-rata kata kunci utama bisnis Anda berada?
4. Analisis Responsivitas Tampilan HP (Mobile-Friendly)
Lebih dari 70% pengguna internet Indonesia mengakses website melalui smartphone. Pastikan tombol, ukuran font, dan navigasi website Anda dapat diakses dengan mudah tanpa perlu zoom in manual.
5. Periksa Kualitas Kata Kunci & Tren Masa Depan
Pastikan struktur artikel dan halaman produk Anda dioptimasi bukan hanya untuk mesin pencari lama, tetapi juga memenuhi kriteria GEO dan LLMO di era AI agar siap bersaing di masa depan.
Checklist Ringkas Audit SEO Website
| Elemen yang Diperiksa | Alat (Tool) Gratis | Status Ideal |
|---|---|---|
| Status Indeks | Google Search Console | Semua halaman penting terindeks |
| Kecepatan Akses | Google PageSpeed Insights | Skor > 80 di Desktop & Mobile |
| Keamanan Website | Cek Protokol Browser | Menggunakan HTTPS (SSL Aktif) |
| Struktur Konten | SEO Minion / Extension | Memiliki H1 tunggal & Meta Tag rapi |
| User Experience | Google Chrome DevTools | Tidak ada layout shift (CLS rendah) |
Kesimpulan
Melakukan proses check the seo of a website secara berkala adalah kunci untuk memastikan investasi digital Anda tidak terbuang sia-sia. Setelah mengetahui kekurangan website Anda, segera perbaiki fondasi teknisnya agar traffic organik bisa tumbuh secara konsisten.
Ingin tahu berapa lama perubahan hasil akan terlihat setelah Anda membereskan error di website? Pahami estimasi realistis timeline SEO agar strategi pemasaran Anda makin terarah.
Masih bingung cara membaca laporan audit atau tidak punya waktu membenahi kodingan website sendiri? Dapatkan audit SEO menyeluruh dan konsultasi strategi bersama tim egiesem.com sekarang.
